Selamat datang Pengunjung,
Masuk atau Daftar

Belum ada produk di keranjang, mulai belanja

Digitalisasi Diyakini Solusi Kurangi Kesenjangan Keuangan di ASEAN

Nurlis Effendi • Kamis, 30 Maret 2023

DIGITALISASI diyakini bisa membantu menutup kesenjangan inklusi dan daya tahan keuangan di kawasan ASEAN. Saat ini, terdapat 400 juta orang dari 1,4 miliar orang di ASEAN yang tidak memiliki rekening bank.

 

"Jika Anda melihat lebih jauh kepada jumlah tabungan dan akses keuangan, kesenjangannya bahkan lebih lebar," tutur Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen di seminar bertajuk “Innovative Strategy to Further Enhance Financial Inclusion” di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (28 Maret 2023) dikutip dari Antaranews.com.

Menurut dia, terdapat enam kesenjangan utama lainnya di ASEAN yang perlu diatasi untuk mencapai akses keuangan yang adil.

 

Kesenjangan dimaksud yakni kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan, kesenjangan pendapatan, permintaan kredit untuk UMKM yang tidak terpenuhi, biaya pengiriman uang, kesenjangan usia, dan akses ke layanan keuangan digital.

 

Karenanya, Kahkonen menuturkan, digitalisasi layanan keuangan dapat membantu menutup enam kesenjangan tersebut dengan berbagai cara.

 

Ia mencontohkan uang elektronik yang telah menunjukkan dampak besar pada keuangan digital. Pembayaran elektronik bisa berkontribusi pada tujuan pembangunan seperti elektrifikasi berkelanjutan dan akses ke layanan kesehatan.

 

"Pembayaran digital juga dapat membantu membangun ketahanan finansial dan memitigasi risiko dari dampak buruk perubahan iklim," ujarnya.

 

Manfaat lain digitalisasi, adanya dukungan fintech juga menurunkan biaya transaksi dan membantu mempersempit kesenjangan keuangan UMKM melalui produk digital baru dan otomatisasi proses.

 

"Kami telah melihat fintech membantu menutup kesenjangan ini dengan menyediakan layanan keuangan yang mudah diakses dan nyaman, bahkan di daerah terpencil," ujarnya.

Kategori