Akhir 2024, Indonesia Targetkan Dua Perusahaan Berstatus "Global Lighthouse"
INDONESIA menargetkan tambahan dua perusahaan penyandang status ”Global Lighthouse” dari World Economic Forum atau WEF pada akhir 2024.
”Dengan (target) ini, dunia akan melihat kesiapan Indonesia dalam menjawab tantangan manufaktur saat ini, seperti rantai pasok, logistik, dan pembiayaan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai peluncuran Pusat Industri Digital 4.0 di Jakarta, Selasa (14 Maret 2023) dikutip dari Kompas.id.
Menurut Agust, target tambahan tersebut berorientasi pada transformasi industri 4.0 yang meningkatkan daya saing baik di pasar dunia maupun nasional.
Ia menambahkan, Indonesia mesti menambah perusahaan yang berstatus ”National Lighthouse” minimal sebanyak 5-6 perusahaan. Per tahun ini, terdapat 13 perusahaan yang telah memegang status tersebut.
Data WEF menunjukkan, terdapat 132 perusahaan yang memperoleh status Global Lighthouse sejak 2018 hingga saat ini. Dua di antaranya perusahaan yang berlokasi di Indonesia, yakni Schneider Indonesia dan Petrosea.
Di tingkat Asia Tenggara, sejumlah perusahaan dari Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand telah memperoleh status Global Lighthouse.
WEF membentuk jaringan Global Lighthouse yang terdiri dari pelaku-pelaku manufaktur yang telah menerapkan revolusi industri untuk mentransformasikan proses operasional pada pabrik, rantai nilai, dan model bisnis.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance Ariyo D P Irhamna berpendapat, status Global Lighthouse dapat menarik investor dunia, terutama di sektor industri teknologi tingkat tinggi. "Status Global Lighthouse penting untuk menunjukkan kemajuan industri di Indonesia,” katanya.